Stasiun Jakarta Kota memang selalu memikat. Arsitektur bangunannya sangat kental sentuhan Belanda dan sangat luas tempatnya, mungkin terbesar di Indonesia. Si Jelek Tatik tak mau melewatkan kesempatan 'narsis' ketika kereta kami baru saja sampai dari Bogor.
Si Jelek Tatik lagi makan gorengan tahu. Hmmm... ternyata doyan cabe rawit juga. Sepanjang perjalanan, ia gemar menyambangi pedagang jajan. Tapi anehnya, kalau makan besar, ia tak pernah habis.Kami duduk di peron menunggu kereta di Stasiun Bogor, sebab hujan agak deras dan bangku tunggu telah penuh diisi calon penumpang.
0 komentar:
Posting Komentar